Daftar Webinar
(Webinar)Ultimate Guide: Membangun Competency Matrix & TNA yang Terintegrasi untuk Program Training yang Tajam dan Berdampak Langsung pada Bisnis
GENESIS LEARNING CENTER PROUDLY PRESENT FREE WEBINAR ALERT Halo HR […]
GENESIS LEARNING CENTER PROUDLY PRESENT FREE WEBINAR ALERT Halo HR […]
GENESIS LEARNING CENTER PROUDLY PRESENT FREE WEBINAR ALERT
Halo HR Professionals, HRBP, L&D, HRM, HRD, Organization Development Specialist, Manager & Leader!
Mau tahu cara membangun Competency Matrix & TNA yang terintegrasi untuk menciptakan program training yang tajam, terukur, dan berdampak langsung pada bisnis? Yuk ikuti webinar GRATIS ini!🤩
📞 0811-8606-236 / 0811-8506-236
📧glc@genesisintiutama.co.id
Genesis Inti Utama
Konsultasi? Hubungi Kami.
GENESIS LEARNING CENTER PROUDLY PRESENT FREE WEBINAR ALERT Halo HR […]
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 17 – 18 Desember 2025, bertempat di AONE Hotel Jakarta, telah dilaksanakan program Public Training bertema “Risk Awareness terhadap Kejahatan TPPU terkait Cyber Crime melalui Identifikasi LTKM, LTKT dan LTKL Batch 3” yang diselenggarakan oleh Genesis Learning Center. Kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, dimulai pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB, dengan dihadiri oleh 2 peserta dari PT Inovasi Terdepan Nusantara dan PT JACCS MPM Finance Indonesia.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran personil APUPPT pada Penyedia Jasa Keuangan (PJK) dalam melakukan pelaporan transaksi keuangan melalui aplikasi otoritas secara akurat dan tepat waktu. Melalui pemahaman mendalam mengenai setiap bidang laporan, diharapkan personil dapat memetakan jenis dugaan Tindak Pidana Asal (TPA) yang dilakukan nasabah sehingga penanganan kejahatan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai risiko TPPU di sektor jasa keuangan, khususnya terkait redflag pada berbagai TPA seperti perjudian, korupsi, narkotika, perbankan, hingga penipuan business email compromise. Secara spesifik, peserta dibekali pengetahuan mengenai ilustrasi contoh jenis-jenis laporan LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan), LTKT (Laporan Transaksi Keuangan Tunai), dan LTKL (Laporan Transaksi Keuangan Luar Negeri) serta poin-poin penting dalam pelaporan APUPPT. Materi pelatihan juga mencakup tipologi kejahatan modern seperti risiko pencucian uang di sektor game online, kasus NFT dan kripto, hingga transaksi lintas negara.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Trainer Profesional Bersertifikasi dengan metode penyampaian berbasis sharing experience untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa Seminar Kit, sertifikat pelatihan, Training Kit, serta mendapatkan materi dalam bentuk hard copy dan soft copy. Untuk mendukung kelancaran proses pelatihan, provider juga menyediakan layanan konsumsi berupa lunch dan coffee break.
Pada tanggal 4 – 5 Desember telah terselenggaranya program In House Training Perlindungan Data Pribadi (PDP) pada Asuransi JMA Syariah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon proaktif terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menuntut standar keamanan dan kerahasiaan data yang lebih tinggi. Program pelatihan ini menegaskan komitmen Bank untuk mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yang merupakan manifestasi pengakuan dan pelindungan atas hak dasar konstitusional Subjek Data Pribadi.
Pelatihan ini menjadi sangat mendesak mengingat kemudahan Data Pribadi seseorang dapat dikumpulkan dan dipindahkan dari satu pihak ke pihak lain tanpa sepengetahuan Subjek Data Pribadi. Kondisi ini secara langsung mengancam hak asasi manusia dalam konteks data digital. Oleh karena itu, in house training ini bertujuan untuk membekali seluruh karyawan dengan pemahaman yang komprehensif mengenai kerangka hukum dan langkah-langkah praktis yang wajib diterapkan untuk memastikan data nasabah dan internal perusahaan terlindungi secara maksimal.
Kegiatan pelatihan ini terlaksana dengan baik dan lancar berkat kolaborasi erat antara PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. dan Genesis Learning Center, selaku lembaga penyelenggara jasa training. Para peserta dibekali materi mendalam yang mencakup implementasi UU PDP serta mitigasi risiko yang timbul dari pemanfaatan sistem teknologi informasi di berbagai sektor, termasuk sektor jasa keuangan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menginplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari rangkaian kegiatan pelatihan ini dapat segera diterapkan secara efektif dalam lingkungan kerja. Diharapkan pelatihan ini mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas kepatuhan dan tata kelola perusahaan terkait data, sehingga PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. dapat terus beroperasi dengan integritas dan menjamin kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 26 – 27 November 2025, bertempat di AONE Hotel Jakarta, telah dilaksanakan program Public Training bertema “Risk Awareness terhadap Kejahatan TPPU terkait Cyber Crime melalui Identifikasi LTKM, LTKT dan LTKL Batch 2” yang diselenggarakan oleh Genesis Learning Center. Kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, dimulai pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB, dengan dihadiri oleh 2 peserta dari PT BPD Kalimantan Selatan.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran personil APUPPT pada Penyedia Jasa Keuangan (PJK) dalam melakukan pelaporan transaksi keuangan melalui aplikasi otoritas secara akurat dan tepat waktu. Melalui pemahaman mendalam mengenai setiap bidang laporan, diharapkan personil dapat memetakan jenis dugaan Tindak Pidana Asal (TPA) yang dilakukan nasabah sehingga penanganan kejahatan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai risiko TPPU di sektor jasa keuangan, khususnya terkait redflag pada berbagai TPA seperti perjudian, korupsi, narkotika, perbankan, hingga penipuan business email compromise. Secara spesifik, peserta dibekali pengetahuan mengenai ilustrasi contoh jenis-jenis laporan LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan), LTKT (Laporan Transaksi Keuangan Tunai), dan LTKL (Laporan Transaksi Keuangan Luar Negeri) serta poin-poin penting dalam pelaporan APUPPT. Materi pelatihan juga mencakup tipologi kejahatan modern seperti risiko pencucian uang di sektor game online, kasus NFT dan kripto, hingga transaksi lintas negara.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Trainer Profesional Bersertifikasi dengan metode penyampaian berbasis sharing experience untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa Seminar Kit, sertifikat pelatihan, Training Kit, serta mendapatkan materi dalam bentuk hard copy dan soft copy. Untuk mendukung kelancaran proses pelatihan, provider juga menyediakan layanan konsumsi berupa lunch dan coffee break.
Kegiatan In House Training Refreshment APU-PPT & PPPSPM sebagai bentuk komitmen kuat dalam memperkuat pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM). Pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan integritas tinggi di Sektor Jasa Keuangan (SJK) dan memastikan seluruh praktik operasional Bank selaras dengan regulasi OJK, PPATK, serta prinsip-prinsip internasional terkini pada PT Bank ICBC Indonesia.
Bank menyadari bahwa dinamika perkembangan inovasi dan teknologi yang cepat di SJK memerlukan pembaruan pemahaman secara berkala di semua tingkatan. Oleh karena itu, refreshment training ini dirancang untuk memastikan implementasi peraturan perundang-undangan terkait APU-PPT dan PPPSPM terlaksana secara optimal. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kerahasiaan, serta mitigasi risiko dalam pencegahan tindak pidana.
Diselenggarakan oleh Genesis Inti Utama pada tanggal 13 November 2025, pelatihan ini memberikan penyegaran materi strategis kepada para peserta mengenai perkembangan terbaru dalam kerangka APU-PPT dan PPPSPM. Para peserta dibekali pengetahuan mendalam tentang standar kepatuhan, pemantauan transaksi berisiko, serta penerapan langkah-langkah pencegahan sesuai dengan tuntutan regulasi.
Dengan terlaksananya kegiatan refreshment training ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata, diterapkan secara efektif dalam lingkungan kerja, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas kepatuhan, pengawasan, dan manajemen risiko Bank secara keseluruhan untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang terintegrasi.
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 12 – 13 November 2025, bertempat di ORIA Hotel Jakarta, telah dilaksanakan program Public Training bertema “Risk Awareness terhadap Kejahatan TPPU terkait Cyber Crime melalui Identifikasi LTKM, LTKT dan LTKL” yang diselenggarakan oleh Genesis Learning Center. Kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, dimulai pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB, dengan dihadiri oleh 4 peserta dari PT Bank Bumi Arta Tbk., PT Bank BCA Syariah, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran personil APUPPT pada Penyedia Jasa Keuangan (PJK) dalam melakukan pelaporan transaksi keuangan melalui aplikasi otoritas secara akurat dan tepat waktu. Melalui pemahaman mendalam mengenai setiap bidang laporan, diharapkan personil dapat memetakan jenis dugaan Tindak Pidana Asal (TPA) yang dilakukan nasabah sehingga penanganan kejahatan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai risiko TPPU di sektor jasa keuangan, khususnya terkait redflag pada berbagai TPA seperti perjudian, korupsi, narkotika, perbankan, hingga penipuan business email compromise. Secara spesifik, peserta dibekali pengetahuan mengenai ilustrasi contoh jenis-jenis laporan LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan), LTKT (Laporan Transaksi Keuangan Tunai), dan LTKL (Laporan Transaksi Keuangan Luar Negeri) serta poin-poin penting dalam pelaporan APUPPT. Materi pelatihan juga mencakup tipologi kejahatan modern seperti risiko pencucian uang di sektor game online, kasus NFT dan kripto, hingga transaksi lintas negara.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Trainer Profesional Bersertifikasi dengan metode penyampaian berbasis sharing experience untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa Seminar Kit, sertifikat pelatihan, Training Kit, serta mendapatkan materi dalam bentuk hard copy dan soft copy. Untuk mendukung kelancaran proses pelatihan, provider juga menyediakan layanan konsumsi berupa lunch dan coffee break.
Kegiatan In House Training “Membedah Individual Risk Assessment dan Risk Enterprise Terkait Program APU-PPT dan PPPSPM di Sektor Jasa Keuangan” telah terselenggara pada Hari Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang Downing 5, Hotel Ashley Wahid Hasyim Jakarta, dan diikuti oleh enam peserta dari Divisi APU-PPT dan PPPSPM PT Bank Mandiri Taspen.
Kegiatan pelatihan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara oleh Master of Ceremony, dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Divisi APU-PPT dan PPPSPM PT Bank Mandiri Taspen serta penyerahan plakat dari Genesis Learning Center. Sesi inti pelatihan diisi dengan pemaparan materi oleh Tim Trainer yang membahas pengenalan POJK Nomor 8 Tahun 2023 serta penerapan pendekatan berbasis risiko dalam Program APU-PPT dan PPPSPM.
Selain pemaparan materi, pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi penilaian risiko melalui penyusunan worksheet Individual Risk Assessment (IRA), pembahasan Risk Enterprise, serta diskusi dan studi kasus yang relevan dengan praktik di sektor jasa keuangan. Kegiatan ini memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta terkait penghitungan inherent risk, risk control, hingga residual risk.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, pembagian sertifikat kepada peserta, dan foto bersama. Melalui pelaksanaan In House Training ini, diharapkan dapat memperkuat kompetensi pegawai dalam melakukan penilaian risiko secara akurat serta meningkatkan efektivitas penerapan Program APU-PPT dan PPPSPM sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.