Risk Awareness terhadap Kejahatan TPPU terkait Cyber Crime melalui Identifikasi LTKM, LTKT, dan LTKL
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 12 – 13 November 2025, bertempat di ORIA Hotel Jakarta, telah dilaksanakan program Public Training bertema “Risk Awareness terhadap Kejahatan TPPU terkait Cyber Crime melalui Identifikasi LTKM, LTKT dan LTKL” yang diselenggarakan oleh Genesis Learning Center. Kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, dimulai pada pukul 08.30 hingga 16.00 WIB, dengan dihadiri oleh 4 peserta dari PT Bank Bumi Arta Tbk., PT Bank BCA Syariah, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran personil APUPPT pada Penyedia Jasa Keuangan (PJK) dalam melakukan pelaporan transaksi keuangan melalui aplikasi otoritas secara akurat dan tepat waktu. Melalui pemahaman mendalam mengenai setiap bidang laporan, diharapkan personil dapat memetakan jenis dugaan Tindak Pidana Asal (TPA) yang dilakukan nasabah sehingga penanganan kejahatan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai risiko TPPU di sektor jasa keuangan, khususnya terkait redflag pada berbagai TPA seperti perjudian, korupsi, narkotika, perbankan, hingga penipuan business email compromise. Secara spesifik, peserta dibekali pengetahuan mengenai ilustrasi contoh jenis-jenis laporan LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan), LTKT (Laporan Transaksi Keuangan Tunai), dan LTKL (Laporan Transaksi Keuangan Luar Negeri) serta poin-poin penting dalam pelaporan APUPPT. Materi pelatihan juga mencakup tipologi kejahatan modern seperti risiko pencucian uang di sektor game online, kasus NFT dan kripto, hingga transaksi lintas negara.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Trainer Profesional Bersertifikasi dengan metode penyampaian berbasis sharing experience untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta. Selama pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa Seminar Kit, sertifikat pelatihan, Training Kit, serta mendapatkan materi dalam bentuk hard copy dan soft copy. Untuk mendukung kelancaran proses pelatihan, provider juga menyediakan layanan konsumsi berupa lunch dan coffee break.


